Kali ini saya akan membagikan sebuah potongan puisi, yang mengenai perasaan sedih atau kesannya seperti harapannya pupus ya menurut saya. puisi ini saya dapat dari teman internet saya, sebut saja namanya "sper". beliau suka sekali menulis puisi atau sajak. by the way disini saya baru memulai untuk menulis blog, jadi maafkeun kalo ada ke cacat an di blog ini hehe
Jadi langsung saja kita ke bagian puisinya
"Semua sudah tidak cukup di genggam. sudah terlalu banyak. semua yang hilang
Itu, sudah tak bisa dikembalikan.
aku telah menemukan satu titik jenuh.
yang amat keruh
yang amat kusut
kesirnaan membawa malapetaka. Kini, hanyalah menjadi bayangan. angan-angan
yang tak guna mulai bergentayangan.
semua sudah semu pula, tak usah didebatkan kembali, jika jiwa penulis sebenarnya
sudah mati.
dengan hati yang terdampar, serta dengan logika dan rasa yang hambar."
Untuk puisi yang lain, tunggu update an berikutnya ya.
terima kasih sudah membaca blog ini.
Info lebih lanjut bisa chat admin melalui instagram (@rafialtaff atau @liputansenja)
NB: oh iya, disini kita bisa berbagi cerita apapun, feel free kalau mau cerita tentang masalah hidup, hubungan apapun, dan lain lain, reach out sesama yaa:')
Tidak ada komentar:
Posting Komentar