Sabtu, 19 Oktober 2019

sukar berbicara

"bagi yang sulit mengutarakan suatu hal,bagi yang tak tahu harus mengatakan apa pada dirinya sendiri.tenang,pasti akan ada hal yang bisa membuat itu semua tersalurkan."

itu kalimatku sendiri.aku sangat sulit untuk menceritakan suasana pikiran dan hatiku pada orang.terkadang itu membuat kesalahpahaman sih.namun aku berusaha untuk bisa menceritakan,sederhana,aku memulainya dengan menulis.
menulis dari hal-hal yang bisa di bilang orang-orang sih "alay".aku pernah ada dalam fase seperti itu.aku masih ingat beberapa katanya.
"aku kangen kita yang dulu."
ah alay :(
tapi tak apa,itu suatu awalan.
setelah beberapa saat,aku mulai ingin lebih banyak.ditambah pula dengan lebih banyak membaca novel-novel.dan sekarang aku mulai memahami banyak kosakata.kurakit kata-demi kata.awalnya hanya menyalin kata-kata mutiara dari para penulis sih.namun makin kesini,aku mulai berpikir untuk
"gimana sih,cara bikin puisi?"
aku selalu rajin latihan menulis puisi,berlatih walaupun tak sebagus para penulis terkenal.puisi pertama kali kubuat setelah banyak latihan begini,
   
     Bendungan ini semakin penuh.
     Derasnya air tak kunjung damai.
     Dinginnya keadaanmu,
    Membuatku membeku.
    Adanya kehadiranmu,
    Membuatku tak menentu.

belum bagus,masih awalan.dan sampai sekarang pun aku masih terus berlatih.mengasah perasaanku menggunakan tulisan.tak semua orang bisa memahami puisi.itulah yang membuatku makin tertantang.karena dalam pemikiranku,orang yang pandai membuat tulisan akan perasaannya adalah orang yang berani untuk menyalurkan isi hatinya.tak semua orang bisa menemukan medianya untuk menyalurkan isi hatinya.
untuk itu,kawan,selain menulis,kalian bisa menyalurkan suara hati kalian dengan hal lain kok.
selain menulis puisi,aku juga bermain alat musik.sederhana.namun dengan memainkannya,rasa nya tentram.

dan menurutku ini lebih penting.
pendapat orang-orang tentang hal yang sudah kita salurkan.tak banyak orang yang bilang bahwa,
"tulisannya absurd"
"ga ngerti apa maksudnya ih"
"ga gua baca,gua skip hehe."

entah,aku pun tak patah semangat dengan tanggapan orang.aku tak takut kalau tak ada seorang pun yang membaca tulisanku.aku teringat ceritanya pak Sapardi Djoko Damono,bahwa dulu,beliau pula juga di cerca tulisannya oleh orang-orang maupun penerbit.banyak yang bilang bahwa puisi-puisi buatan beliau sangat absurd dan sulit di pahami.tulisan-tulisan beliau pula banyak di tolak oleh para penerbit.tapi beliau tak patah semangat.sampai akhirnya,tulisan beliau yang sangat terkenal "hujan bulan juni".siapa orang yang tak mengenal karya beliau tersebut.bahkan sudah di adaptasikan menjadi sebuah film layar lebar yang di perankan oleh Velove vexia dan Adipati dolken.

ini hanyak asumsi ku kawan,untuk memberitahu kalian bahwa jangan takut hasil kalian tak akan di lirik orang.banyak manusia yang berbakat sebenarnya.namun,masih banyak pula orang yang ragu untuk menunjukkannya.aku bahagia dengan menulis,walaupun tak seindah para penulis terkenal.aku bahagia dengan menulis puisi.sangat sederhana soalnya.namun makna yang tersirat juga tidaklah sedikit.

ini kesukaanku,mana kesukaanmu kawan?
tunjukkan saja,kuyakin kalian yang membaca ini adalah orang-orang yang hebat.
untuk menyalurkan isi hatinya,
dibutuhkan keberanian,
yang tiada taranya.

sekian dari saya,
jika banyak salah dalam penulisan,mohon di maafkan.
untuk info lebih lanjut,hubungi para admin melalui instagram @liputansenja dan @rafialtaff
terima kasih untuk kalian yang sudah membaca.semoga tuhan selalu memberkati kalian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar